Professor Termuda Indonesia Ajak Mahasiswa Jangan Sibuk Berpolitik Saja

Jakarta – Himpunan Mahasiswa Muslim Pasca Sarjana Universitas Indonesia mengunjungi Firmanzah, professor termuda di Indonesia yang sekarang menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina. Dalam kesempatan itu, Firmanzah memberikan pesan pentingnya agar mahasiswa pasca sarjana fokus kepada prestasi akademik di luar bidang politik praktis.

IMG-20160212-WA0014“Organisasi Muslim dan tokoh muslim pada umumnya terlalu fokus pada politik dan kekuasaan sehingga wilayah lain kurang dieksplor. Padahal kita juga rindu tokoh Muslim yg berprestasi selain di politik” jelasnya saat ditemui di FEB UI, Depok, Jumat, 12 Februari 2016.

Dalam kesempatan itu, dirinya menjelaskan karirnya yang mampu menjadi professor termuda dalam umur 30 tahun, dekan termuda FEB UI, staf khusus Presiden SBY dan rektor. Untuk mencapai itu semuaim diakuinya perjuangan yang berat, sakit dan penuh cibiran dari orang lain.

“Saya lulus 3,5 tahun, lalu mendapatkan tawaran beasiswa ke Prancis untuk mengambil pasca sarjana selama 3 tahun, sudah menyandang gelar Doktor. Itu saya harus sering menginap di perpustakaan selama studi di sana, “ terangnya.

IMG-20160212-WA0015.jpgSecara lengkap, Ketua HIMMPAS UI, Detha Al Fajri merangkum pertemuan itu dalam status media sosialnya berikut ini.

  1. Alhamdulillah, hari ini saya dan kawan2 HIMMPAS UI mendapatkan kesempatan berharga berkunjung kepada salah satu peraih gelar profesor termuda di Indonesia. Prof. Firmanzah. Kami di Management UI akrab memanggil bliau dengan sebutan Prof. Fiz.
  2. Pada kami panjang lebar Prof. Fiz membagi pngalamannya. bagaimana beliau dapat meraih gelar profesornya diumur 34 tahun dan menjadi dekan FE UI diumur 31 tahun. well… this is it… check it out #SharingProfFiz
  3. Kita ini muslim. saya sering sedih jika sharing dengan bbrapa kawan2 yg dlu aktif di organisasi keislaman ketika mahasiswa tapi orientasinya kini purely hanya sekedar gimana caranya menjadi bupati atau gubernur. #SharingProfFiz
  4. Kenapa saya sedih? karena sekedar orientasi politik dan melupakan pmbangunan dibidang lain hanya mnjadikan ummat ini sperti buih. Terombang ambing. tak jelas. sekedar ikut arus. Mengapa? #SharingProfFiz
  5. Karena kita mayoritas sekedar jadi penonton. Sekedar dimanfaatkan suaranya dalam pemilu2 itu. Apalagi yg mewakili kita tak bisa mnyatu. Tak terkonsolidasi. #SharingProfFiz
  6. Harusnya qt bisa berprestasi dibidang lain. bangga bukan jika ada seorang muslim yg peraih nobel matematika atau fisika. menjadi CEO pada perusahaan yg bermarkas di Silicon Valley. Keren kan kalo gitu. #SharingProfFiz
  7. Ketika jadi dekan FE UI saya menginisiasi hadirnya HMI FE UI. saya ingin kaum muslim ini juga berkiprah di wilayah keprofesiannya masing-masing. #SharingProfFiz
  8. Saya ingin qt keluar dari kotak imajinasi yang selalu mengejar jabatan politik. seakan2 bidang lain itu tak penting. #SharingProfFiz
  9. Kalo soal perjalanan karir dan akademik saya itu bisa dibilang nekat lah. saya ini org surabaya. jadi ya bondo nekat. #SharingProfFiz
  10. saya juga gak nyangka kok bisa jadi profesor termuda (34 tahun). #SharingProfFiz
  11. Saya punya prinsip jangan ratapi hidup. Tapi terobos semua tantangan hidup itu. hadapi. terima kenyataan. #SharingProfFiz
  12. Terima realitas kita. kalo qt gak tau jangan bilang tau. Kalau masa lalu kita buruk akui saja. karena itu yg mmbuat qt belajar. #SharingProfFiz
  13. Saya ini dari kluarga broken Home. Tapi Ibu saya selalu ingatkan bahwa saya harus bisa melihat realitas. karena setelah qt jujur melihat realitas. melihat kekurangan kita. kita bisa memperbaikinya. If you can’t measure it, you can’t improve it. trust Me!! #SharingProfFiz
  14. Adik saya dulu pernah dimarahin sama Ibu saya karena dia mmalingkan wajahnya saat nonton TV yg ada adegan ciumannya. kata Ibu “heh… kamu harus lihat itu. Itu realitas. Sadari. Jangan berpaling. Kamu berpaling atau tidak. Realitas itu tetap ada. Maka hadapi. Setelah itu ubah yg buruk itu. #SharingProfFiz
  15. Hadis Rasul itu jelas, kalo lihat kmungkaran pertama ubah dg tangan (power/kuasa) jika tak bisa. ubah dengan lisan. jika tak bisa juga pastikan hati kita mengingkari kmungkaran itu. Jadi gak diam aja. gak berpaling lihat. Dan ubah!!#SharingProfFiz
  16. latar kluarga saya yg broken home itu bisa mnjadi cukup alasan buat saya utk meratapi nasib dan menerima diri sekedarnya. tapi saya gak mau bgitu. prinsip saya. hidup manusia tak ditentukan dari the initial point atau dari mana kita. tapi pada proses dan akhir khidupan kita. #SharingProfFiz
  17. Kalau qt sudah berani hadapi realitas. Setelahnya akan bermunculan bnyak peluang2 baru. Saya contohnya. jadi dekan FE UI diumur 31 tahun. Ini itungannya anak kemarin sore. #SharingProfFiz
  18. Tapi mumpung masih muda. Jalan saja. Kalo salah nanti dimaklumi. Maklum kan masih muda. hehe. #SharingProfFiz
  19. Saya juga jadi staf khusus presiden bidang Ekonomi juga bkn karena pendukungnya SBY di pemilu. ya saya di panggil saja. #SharingProfFiz
  20. Begitu juga ketika jadi Rektor Univ. Paramadina. saya gak ada hbungan apa2 sama Cak Nur. Bukan jg muridnya. Tapi ya diminta beramanah di kampus itu. itulah opportunity yang terbuka. #SharingProfFiz
  21. Jadi jangan pernah lari dari realitas. Hadapi..!! #SharingProfFiz
  22. Sepekan setelah jadi dekan, saya di datangi para orang2 “langit” di FE UI. seperti Pak Subroto, Pak Emil Salim, Bu Miranda Gultom.. mereka datang utk mnanyakan ap yg bs mereka bntu. Saya gemetar. karena beliau2 adalah senior saya. Disinalah kecerdasan emosional berperan. Tenang. Hadapi saja. #SharingProfFiz
  23. Soal perjalanan akademik. sebenarnya dulu saya gak ada niat jadi dosen. Lebih keren kerja di sudirman,Thamrin, Kuningan pake dasi kayak eksekutif Muda. dulu sempat kesampaian sih. Tapi stelah itu niat kuliah. akhirnya keterusan sampai S3. #SharingProfFiz
  24. S2 dan S3 saya selesaikan 3 tahun di Perancis. itu Gila. saya sampe muntah2, stress, tipes. tapi memang itu cost yg harus dibayar utk sebuah mimpi besar. #SharingProfFiz
  25. Setelah lulus S3. saya sempat mngajar sbagai asisten kelas di Perancis dan beberapa negara di Eropa. Dan saya juga ditawari menjadi dosen tetap di kampus itu. #SharingProfFiz
  26. Tapi tiba-tiba Pak Bambang P.S Brodjonegoro sbg Dekan FE UI waktu itu meminta saya utk balik dan mngajar di kampus FE UI. saya bingung #SharingProfFiz
  27. Melihat saya bingung. Profesor saya bertanya dan akhirnya saya jelaskan persoalannya. akhirnya dia malah ajak saya jalan2 keliling kantor profesor2 dari brbagai negara di dunia yang menjadi guru besar di kampus perancis itu. #SharingProfFiz
  28. Bliau bilang. Saya bisa pastikan dengan sngat tepat masa depanmu kalau kamu berkarir di kampus ini. kamu akan mjd professor. kmundian mngajar di bberapa negara dan kamu bs mnulis buku. #SharingProfFiz
  29. Tapi hidup dan karir akademisi tak sekedar Soal itu. kata beliau lagi. akhirnya beliau menegaskan. “Pulanglah… Negaramu lebih membutuhkanmu..!” Pada titik itu saya yakin utk kembali ke Indonesia. #SharingProfFiz
  30. Soal persaingan Global. Saya ini seringkali berhubungan dengan mereka di luar negeri. Dengan Amos Tuck Business School, Harvard Kennedy School, Yale School of Management dan masih banyak lagi. Kesimpulan saya satu, mereka itu gak pinter2 banget. sama kayak kita. cuma kita gak pede aja!! #SharingProfFiz
  31. Maka penting buat program yg buat qt makin pede berhadapan dg mereka. Buat program2 kerja yg melibatkan mahasiswa2 dari luar negeri. undang mereka. kita diskusi, debat, tukar pikiran. Dengan bgitu Pede qt semakin Oke dalam mmyampaikan ide-ide kita. #SharingProfFiz
  32. Kadang org luar itu jg gak pede dengan dirinya sendiri. Waktu saya duduk satu meja dengan perwakilan s’pore, malaysia, Thailand, dll.. mereka mnyampaikan dukungan pngunduran masa pmberlakuan MEA dri awal 2015 mnjadi akhir 2015. mengapa? mereka gak pede dengan Indonesia. #SharingProfFiz
  33. Jadi yg qt butuhkan itu PeDe!! dan itu hrus ditumbuhkan. #SharingProfFiz
  34. . Bgitulah anak Muda. masa kita masih cukup pnjang. tingkatkan kompetensi kita, kapasitas diri kita. agar kita punya gaung di mata dunia. Baiklah sekian dulu #SharingProfFiz kali ini. doakan HIMMPAS UI semakin berjaya kedepan agar bisa membagi inspirasi dari tokoh2 inspiratif lainnya. Wassalamwrwb.

 

Advertisements

Halo teman2 mahasiswa S1, S2, S3…mau ngisi awal kuliah dengan kegiatan yang
menambah pengetahuan kamu?

ckt

Yuk ikutii…

🌾🌾T A L K S H O W🌾🌾

TEMA : Sumbangsih Ilmuwan Muda untuk Indonesia 🔬🔭

PEMBICARA :
1. M. Ali Berawi, M.Eng.Sc, Ph.D
2. Rully Prassetya, SE, MPP, M.Sc
3. Radyum Ikono, M.Eng

📅WAKTU DAN TEMPAT :
●Ruang promosi doktor FKM UI
●Sabtu, 13 Februari 2016
●Pukul 07.30-10.30 WIB

🔖Fasilitas :
Sertifikat
Coffee Break
Souvenir Menarik (bagi 50 pendatang pertama)

💰BIAYA PENDAFTARAN
hanya Rp. 15.000

PENDAFTARAN :
SMS/WA ke mutia (082370093350)
Nama Lengkap_Institusi_Jenjang_CP

PEMBAYARAN :
transfer ke 014501009112509 (BRI)
a/n Nopa Arlianti
Maximal 3 hari setelah pendaftaran melalui sms/WA

KONFIRMASI
Scan/foto Bukti pembayaran, kirim via WA ke Mutia (082370093350)
Peserta dinyatakan terdaftar apabila telah melakukan konfirmasi pembayaran dan mendapat SMS/WA konfirmasi dari panitia

Narahubung :
Mutia (082370093350)

Munas HIMMPAS: Dari Buku Keren Sampai Dua Gelar HIMMPAS Award

Depok – Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (HIMMPAS) Universitas Indonesia mengadakan agenda besar bertajuk musyawarah nasional HIMMPAS Se-Indonesia. Kegiatan ini digelar pada Sabtu-Ahad, 28-29 November 2015 bertempat di Aula Gedung A dan Ruang Promosi Doktor FKM UI, Depok dengan dibuka secara resmi oleh Bapak Dr. Arman Nefi, S.H., M.M., selaku Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia.

DSC_0709

Selama dua hari, peserta menikmati beberapa kegiatan yang cukup memuaskan dahaga intelektual, spritual dan emosional peserta. Hari pertama, para peserta dari 18 HIMMPAS yang tersebar di seluruh Indonesia mengikuti dengan antusias presentasi call paper internasional dan seminar tiga rumpun ilmu (sosial-humaniora, sains-teknologi dan kesehatan) dengan menghadirkan pakar di bidangnya masing-masing.

????????????????????????????????????

Untuk membangkitkan wacana keilmuan, pada pertemuan nasional ini juga digelar launching buku HIMMPAS UI bertajuk The Next Indonesia yang merupakan kumpulan tulisan mahasiswa, professor dan dosen ahli dari Universitas Indonesia. Hadir lima orang penulis yaitu Inggar Saputra, M. Amin Putra, Arfive Gandhi, Abdul Karim dan Roisyatin untuk menyampaikan pandangannya terkait buku tersebut.

????????????????????????????????????

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan sarasehan nasional dengan membagikan pengalaman dan pengetahuan antar HIMMPAS. Hadir sebagai pembicara perwakilan beberapa HIMMPAS antara lain UI, UGM, ITB dengan dipandu Abu selaku Ketua Puskornas HIMMPAS. Masing-masing delegasi membagikan pengalamannya seputar legalitas HIMMPAS di kampus, suka duka menjalani kegiatan organisasi mahasiswa pasca sarjana dan bagaimana mengatasi persoalan keuangan sehingga organisasi dapat mempertahankan eksistensinya.

Setelah puas menikmati sajian intelektual, hari kedua peserta mengadakan musyawarah nasional dengan beberapa agenda kegiatan yang cukup padat. Acara dimulai agak siang dengan agenda pembacaan laporan pertanggungjawaban dari Forum Silaturahmi (FORSI) HIMMPAS. Dalam pemaparannya, Abu menjelaskan beberapa agenda yang sudah dijalankan selama ini seperti kunjungan ke kampus yang sudah terbentuk HIMMPAS-nya, kegiatan keilmuan berbasiskan online dan kegiatan lainnya.

Selesai membacakan pandangan umum, beberapa peserta mengajukan usul, wacana dan pertanyaan seputar beberapa hal yang dianggap perlu seperti pembentukan koordinator wilayah, pengelolaan keuangan HIMMPAS dan agenda keilmuan yang belum terjalankan dengan baik. Pertanyaan itu dijawab dengan baik oleh para pengurus FORSI HIMMPAS yang hadir dalam kegiatan tersebut.

????????????????????????????????????

Ketegangan mulai muncul ketika memasuki agenda pemilihan Puskornas dan tuan rumah musyawarah nasional HIMMPAS berikutnya. Dalam pemungutan suara, beberapa kampus bersaing ketat sebelum akhirnya diambil keputusan, Puskornas dua tahun mendatang dipimpin Universitas Diponegoro dan tuan rumah Munas adalah Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Selamat ya buat kedua kampus!

Tak ketinggalan, dalam kegiatan ini Universitas Indonesia mendapatkan dua HIMMPAS Award untuk program keilmuan terbaik (Sekolah Ilmiah Pascasarjana) dan media terbaik (www.himmpasui.wordpress.com). Kedua penghargaan ini menjadi bukti nyata dan kesuksesan dari setahun perjalanan HIMMPAS UI periode 2014-2015.

Sepenggal Perjalanan HIMMPAS UI: Beginilah Jalan Dakwah Mengajari Kami

Dua tahun lalu, HIMMPAS UI yg baru lahir itu mencoba membentuk dirinya. Setahun berselang, kurang dari 10 org yg punya mimpi besar itu kemudian memaksa dirinya berlari dg menantang HIMMPAS UI sbg tuan rumah saat munas di IPB 2014. Kami sadar kami masih bayi dalam blantika HIMMPAS Nasional saat itu, resources baik SDM maupun dana juga terbatas. Modal kami adalah keyakinan pada mimpi besar dan komitmen terhadap ukhuwah.

kontingenUI

Saat itu yang ada dalam pikiran kami adalah: “Jika HIMMPAS UI yg masih baru tetap berkutat pd hal-hal printilan dan hanya fokus pd internal, maka kami tdk akan segera mensejajarkan diri dg HIMMPAS lain yg sudah besar dan lama berdiri. Kami tdk ingin tertinggal dan lambat berkembang. Untuk itu, HIMMPAS UI harus dipaksa besar dg langkah yg besar. Jika kita mampu berlari utk membawa HIMMPAS UI menjulang, mengapa kita hrs berjalan pelan-pelan?” Maka saat itu, HIMMPAS UI maju sebagai tuan rumah munas 2015, branding lembaga diperkuat, dan producut knowledge (salah satunya peneribitan buku) pun diperbanyak. Itulah komitmen kami, dan kami yakin bahwa kami mampu seraya terus mengharap pertolongan Allah.

Meski demikian, kami bukan berarti meremehkan hal-hal printilan dan mengabaikan fokus internal, tetapi ini hanya soal strategi dan prioritas untuk menjawab kebutuhan. Dalam beberapa hal, tidak jarang kami juga menggarap keduanya: pengembangan internal dan eksternal, melejitkan mimpi besar juga memupuk hal-hal kecil. Kebanggaan yang meletup-letup dan kerendahan hati yg menghentak-hentak senantiasa menjadi gas sekaligus rem untuk menjalankan “kendaraan” yg bernama HIMMPAS UI agar tetap bergerak seimbang dan sampai pada tujuan.

Alhamdulillah sedikit demi sedikit dgn izin Allah, HIMMPAS UI mulai menuai pencapaian atas mimpi besar dan kerja ukhuwah yang telah kita tanam. Mulai dari penghargaan the rising star, penerbitan buku, menjadi tuan rumah munas, penghargaan program ilmiy terbaik dan media terfavorit, hingga terbangunnya jumlah SDM pengurus yg jauh lbh banyak. InsyaAllah tantangan lain yg menjadi target ke depan adalah legalitas lembaga dan go ASEAN! Bismillah…

????????????????????????????????????

Kini, HIMMPAS UI 2015 berada di penghujung amanah. Tentu regenerasi baik secara kualitas maupun kuantitas harus terus dikawal supaya pencapaian-pencapaian kebaikan itu tetap terjaga. Segenap kekurangan dan keterbatasan pada HIMMPAS 2015 atau sebelumnya, sudah pasti terlihat di sana sini sehingga perlu penyempurnaan di kepengurusan HIMMPAS UI yg akan datang.

Jalan dakwah ini memang masih panjang. Dan takkan berhenti kecuali hari ini adalah akhir dari dunia. Sahabatku. Senyumlah, sekalipun hambar, insyaAllah senyum itu berpahala. Senyum itu menggambarkan harapan dan keinginan yang sangat kuat, sekaligus penawar lelah.

DSC_0387

Genggam lebih erat, akh/ukh! Kepalkan tangan sekeras mungkin! Pijakkan kaki sekokoh mungkin! Jangan pernah melepas ikatan kita! Ikatan iman yang akan menjaga kita dari terhuyung dan terjatuh. Kuatlah! Tegarlah! Sabar, akh/ukh!

Keniscayaan-keniscayaan jalan dakwah bukan sekedar teori. Dakwah itu panjang jalannya. Dakwah itu banyak rintangannya. Dakwah itu sedikit sekali pengusungnya. Jumlah kita yang banyak bukan lantas menjadikan beban terbagi rata lalu terasa ringan. Beban dakwah selamanya akan terasa berat bagi segolongan orang. Sisanya juga bukan berarti tiada. Mereka memperindah, mereka menikmati, mereka bersimpati. Syukuri, harus kita syukuri. Kerja keras tak perlu dikurangi. Jika hendak menghibur diri, katakan saja “Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami”.

Laa Haula walaa Quwwata Illa billaah.

Zainal C. Airlangga
Sekjen HIMMPAS UI 2015